Kain Tenun NTT, Karya Seni Tradisi dengan Harga Selangit

oleh -3709 Dilihat
oleh
Kain Tenun
Pengerjaan kain tenun di NTT dan Kupang yang masih menggunakan alat tradisional

KUPANG – Kain tenun bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah sebuah harta keluarga yang memiliki nilai tinggi. Pengerjaan selembar kain tenun khas NTT memakan waktu panjang dan dikenal rumit.
Masyarakat NTT sendiri sudah mengenal tradisi menenun dan mewarnai kain dengan akar maupun daun pepohonan sebagawai pewarna alami sejak lama. Atau bisa dikatakan pada 3.500 tahun yang lalu. Kerajaan pertama masyarakat NTT berkembang pada abad 3 Masehi. Dan sejak itulah diperkirakan, masyarakat setempat sudah mengenal seni dan budaya, salah satunya adalah menenun.

Beragam kain tenun NTT dijual hingga ratusan juta rupiah. Bahkan saking berharganya hasil karya tersebut, meski bekas pakai, seorang penjual kain tenun NTT bernama Niko tetap menjual kain atau busana tenun dengan harga baru. Dahulu kala, kain tenun dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yakni sebagai busana biasa. Namun kemudian berkembang untuk kebutuhan adat, seperti upacara, tarian, perkawinan, dan pesta. Saat ini, kain tenun juga biasa digunakan sebagai selendang, sarung, selimut, hingga pakaian.

Baca Juga  Lowongan Kerja Staff Accounting di Widi Consulting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.