Ketika Petani Kintamani Belajar Olah Selai Berbahan Jeruk Siam, Kaya Manfaat

oleh -1233 Dilihat
Jeruk Siam
Petani jeruk siam belajar mengolah buah dengan rasa asam manis itu menjadi selai bersama akademisi FP Unwar. Foto: FP Unwar

BANGLI – Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP Unwar) mengajak para petani jeruk untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian yang dihasilkan.

Khususnya jeruk siam dengan mengolahnya menjadi selai.

Pengolahan menjadi selai merupakan langkah alternatif untuk meminimalkan buah yang terbuang karena mengalami pembusukan dan meningkatkan daya simpan produk pertanian.

“Jeruk siam hasil panen selama ini hanya dijual dalam bentuk segar bukan dalam bentuk olahan sehingga  banyak buah yang busuk terbuang,” kata Akademisi FP-Unwar Ir Ni Komang Alit Astiari MS, disela-sela pelatihan dan pendampingan serangkaian Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) di Kintamani, Bangli, Minggu (11/6).

Menurut Alit Astiari, produksi selai yang berbahan jeruk untuk menanggulagi buah yang berlimpah pada saat panen raya atau pada saat overproduksi.

Apalagi  pada saat panen raya  harga jual buah jeruk rendah bisa berkisar 1.000 – 1.500 per kg, sehingga banyak petani membiarkan buah jeruknya menguning di pohon tidak dipanen.

Baca Juga  Tingkatkan Sarana Belajar, Lapas Narkotika Bangli Terima Sumbangan Meja dan Kursi untuk Siswa pendidikan Kejar Paket C

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.