Kisah Telaga Bidadari dan Ayam Hitam dari Kalimantan Selatan

oleh -2312 Dilihat
oleh
Telaga Bidadari
Ilustrasi berdirinya Telaga Bidadari di wilayah Kalimantan Selatan

“Masalah bisa terasa sangat berat saat tak ada yang bersedia menolongmu. Apabila kamu selalu menolong seseorang, masalah akan menjadi ringan karena tentu akan ada banyak yang bersedia membantumu.”

PADA zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda yang tampan dan gagah bernama Awang Sukma. Ia melintasi hutan belantara dalam perjalanannya. Saat ia tiba di tengah hutan, ia terpesona melihat keanekaragaman kehidupan di sana. Ia memutuskan untuk membangun sebuah rumah pohon di dahan pohon yang besar. Hidup di hutan itu penuh kedamaian dan keharmonisan. Setelah tinggal di sana cukup lama, Awang Sukma diangkat menjadi penguasa daerah dan diberi gelar Datu.

Setiap bulan, Datu Awang Sukma berkeliling daerah kekuasaannya dan pada suatu hari ia sampai di sebuah telaga yang indah dengan air yang jernih. Telaga itu terletak di bawah pohon rindang yang berbuah lebat. Berbagai burung dan serangga hidup dengan riang di sekitar telaga itu. “Betapa indahnya telaga ini. Ternyata hutan ini menyimpan keajaiban yang luar biasa,” gumam Datu Awang Sukma.

Keesokan harinya, ketika Datu Awang Sukma sedang meniup serulingnya, ia mendengar suara riuh rendah dari telaga. Ia menyelinap melihat ke arah telaga melalui celah-celah batu. Ia terkejut melihat tujuh gadis cantik bermain air di sana. “Mungkinkah mereka para bidadari?” pikir Awang Sukma. Gadis-gadis cantik itu tidak menyadari bahwa mereka sedang diamati dan tidak memperhatikan selendang mereka yang terbang dan beterbangan di sekitar telaga. Salah satu selendang itu jatuh di dekat Awang Sukma. “Inilah kesempatan bagus untuk mendapatkan selendang yang ada di pohon itu,” gumam Datu Awang Sukma.

Baca Juga  Deddy Corbuzier Bikin Pacar Lucinta Luna Emosi, Dia Wanita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.