Malin Kundang, Legenda Rakyat Sumatera Barat

oleh -2064 Dilihat
oleh
Ilustrasi Malin Kundang
Kisah rakyat Sumatera Utara yang berjudul Malin Kundang memiliki banyak pesan moral

“Sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutama kepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya.”

PADA suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki bernama Malin Kundang. Karena keuangan keluarga yang sulit, ayah Malin memutuskan untuk mencari nafkah di luar negeri dengan berlayar ke lautan yang luas. Malin dan ibunya tinggal sendirian di gubug mereka. Lama waktu berlalu tanpa kehadiran ayah Malin, dan ibunya harus menggantikan peran ayah untuk mencari nafkah. Meskipun Malin pandai, dia juga sedikit nakal. Dia suka mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari, saat mengejar ayam, dia terpeleset dan lengan kanannya terluka karena terkena batu. Bekas luka itu tetap ada dan tak pernah hilang.

Ketika dewasa, Malin Kundang merasa kasihan pada ibunya yang bekerja keras mencari nafkah untuk membesarkannya. Dia memutuskan untuk mencari kekayaan di luar negeri dengan harapan bisa kembali ke kampung halamannya sebagai orang kaya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nahkoda kapal dagang yang dulunya miskin namun kini menjadi kaya.

Baca Juga  Fakta Menarik Batman, Penegak Keadilan di Gotham City

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.